wireeless

Era Charger Tanpa Kabel (1)

Memiliki lebih dari satu smartphone atau tablet seringkali membuat kita kerepotan dengan kabel saat mengisi ulang baterai. Apalagi kehabisan tenaga di saat yang bersamaan sehingga memerlukan banyak kabel charger.
Begitu pula dengan powerbank, khususnya kalau kita membawa perangkat dengan sambungan kabel berbeda. Misalnya kita selain pengguna iPhone juga pengguna tablet Android yang keduanya memiliki socket koneksi tidak sama sehingga kita harus membawa dua kabel kemana-mana.

Untuk mengatasi kekurangnyamanan tersebut, dikembangkan wireless charger. Namun dalam perjalanan awalnya masih memerlukan docking untuk menghubungkan smartphone ke arus listrik yang dibutuhkan. Pola seperti itu, sedikit lebih simpel karena kita cukup meletakkan ponsel pada docking yang kompatibel.
Namun lambat laun, seperti yang TechLife temui di acara Mobile World Congress 2015 di Barcelona Maret lalu, pada booth Qualcomm menemukan tempat demo wireless charger. Dimana kita hanya cukup meletakkan di atas meja yang terdapat cakupan pengisian ulang baterai tanpa kabel.

Yang cukup menarik, karena saking sensitifnya, dengan jarak beberapa mili meter smartphone diangkat masih tetap nyambung. prototipe ini yang membuat kami berfikir saat itu bahwa wireless charging akan menjadi tren di masa depan. Dengan demikian, meja kantor atau meja rumah kita bisa disulap menjadi tempat naruh smartphone dan tablet sembari isi ulang baterai.

Era Charger Tanpa Kabel (1)

source: extremetech.com

Bahkan kini pengembangan wireless charging lebih canggih lagi, yakni bekerja dengan jarak cukup jauh layaknya Wi-Fi yang bekerja over the air (OTA). Sehingga kita tidak perlu menempelkan smartphone atau tablet untuk bisa mendapatkan asupan tenaga listrik. Begitulah kiranya evolusi perkembangan teknologi charging.Dukungan Ekosistem
Wireless charging sudah mulai dikembangkan oleh beberapa penyedia perangkat untuk mendukung ekosistem yang lebih baik. Bukan saja dari produsen smartphone, tapi juga komputer maupun bidang otomotif. Belum lama ini, perusahaan Samsung mengumumkan monitor yang memiliki fitur wireless charging. Ini membuktikan bahwa pengisian ulang baterai kian diperhatikan dan mendapat dukungan dari berbagai pihak demi kemudahan dan kenyamanan pengguna.

Bahkan uBeam menggunakan gelombang ultrasound dalam menyebarkan energi listrik yang dibutuhkan baterai. Energi listrik akan diubah menjadi gelombang suara terlebih dulu, untuk kemudian diubah kembali menjadi energi listrik ketika tertangkap oleh sensor di dalam perangkat. Tahun lalu, Meredith Perry; seorang lulusan astrobiologi berusia 25 tahun, setelah mendirikan uBeam, berambisi untuk mengembangkan teknologi wireless charging via over-the-air menggunakan piringan setebal 5mm. Piringan yang berfungsi sebagai pemancar tersebut bisa dipasangkan di dinding atau tempat lain, dan nantinya bisa digunakan untuk memancarkan energi listrik bagi ponsel maupun notebook di sekitarnya.

Tiap-tiap perangkat yang ingin terisi via uBeam hanya membutuhkan sebuah alat receiver (penerima) agar proses transfer tenaga berjalan lancar. Dengan keberadaan uBeam, maka para produsen bisa memperkenalkan sebuah desain baru dalam produk mobile mereka menuju isi ulang baterai secara nirkabel.

Dan masih banyak produsen-produsen lain yang sedang mengembangkan teknologi wireless charger untuk mendukung berbagai kebutuhan isi ulang perangkat apa saja di masa depan. Sebab bukan hanya di perangkat elektronik yang akan mengusung teknologi tersebut, tapi juga otomotif dan elektrik lain sehingga semua bisa terintegrasi secara nirkabel.

Perusahaan furniture pun juga melihat peluang itu yang akan dikembangkan guna mendukung gaya hidup dan tuntutan masa depan kaum modern. Jadi bukan hal tidak mungkin ketika produsen meja bekerjasama dengan pihak lain untuk berkolaborasi menghasilkan meja yang dilengkapi kemampuan wireless charger.

Bahkan ke depannya akan dikembangkan untuk penggunaan di tempat umum seperti kafe dan lainnya untuk memenuhi orang yang suka hang out dan ketika meletakkan di meja khusus bisa bisa sekalian isi ulang baterai. Jadi sembari ngobrol bersama klien atau teman, tidak akan alagi pernah khawatir kehabisan tenaga pada smartphone. Bisa selalu online kapan dan dimana saja.




Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com