free

Melapangkan Ruang Penyimpanan di Windows 10

Pernahkah merasakan performa komputer semakin hari terasa melambat. Ada banyak penyebab melambatnya kinerja suatu komputer. Salah satunya adalah karena kapasitas ruang penyimpanan file di hard disk yang makin menipis.

Nah, apabila memang hal tersebut menjadi penyebabnya, tentu kita harus segera melapangan ruang penyimpanan komputer. Bila Anda menggunakan Windows 10, tidak perlu bingung, karena caranya tidak terlalu berbeda dengan generasi sebelumnya. Berikut langkah-langkah memperluas ruang penyimpanan komputer yang menjalankan Windows 10.

Jalankan Disk CleanupDisk Cleanup 3Cara sederhana dalam membersihkan disk dari file yang tidak penting dengan menjalankan Disk Cleanup. Aplikasi ini masih dipertahankan keberadaannya oleh Microsoft di Windows 10. Cara menggunaknanya sebagai berikut;
1. Buka File Explorer
2. Arahkan kursor pada salah satu drive PC, lalu klik kanan pada drive, pada menu yang muncul pilih Properties
3. Pada jendela Properties, klik pada Disk Cleanup,
4. Disk Cleanup akan mengalkulasi berapa kapasitas yang bisa lapangkan
5. Pilih jenis file yang ingin dihapus. Kita bisa menghapus temporary file, log file, file yang ada di recycle bin dan lain-lain. Setelah dipilih tekan OK

Kita telah melakukan pembersihan “sampah” dasar. Namun kita masih bisa melapangkan lebih banyak ruang dengan membersihkan file sistem yang tidak berguna. Untuk melakukannya hanya dengan mengklik Clean Up System File. Tunggu berapa saat proses kalkulasi berproses.

Setelah menghapus file sistem yang tidak diperlukan.  Sebaiknya dilanjutkan dengan menekan tap More Option. Lalu dibagian System Restore & Shadow Copies. Disini kita akan menghapus semua poin dari system previous sebelumnya. Klik tombol Clean Up untuk memulai penghapusan. Disk Cleanup - More OptionUninstall Aplikasi
TechLife tidak menyuruh Anda menghapus semua aplikasi yang ada di komputer. Namun tak ada salahnya bila meng-uninstall aplikasi yang tidak begitu penting.  Karena aplikasi tersebut hanya memenuhi ruang penyimpanan saja.Uninstall AplikasiUntuk melihat seberapa sering sebuah aplikasi digunakan. Buka saja Programs and Features di Control Panel. Dari sini kita dapat melihat program dan aplikasi yang jarang atau tidak pernah sama kali digunakan.  Coba uninstall aplikasi tersebut dan lihat berapa ruang penyimpanan yang dibebaskan. Dari jendela Program and Features ini kita dapat melihat seberapa tiap program menghabiskan kapasitas penyeimpanan. Ini akan membantu Anda mempertimbangkan program tersebut sebaiknya di-uninstall atau tidak.

Jalankan Disk Analysis & Defragment
Untuk mencari tahu apa yang sebenarnya menggunakan ruang pada hard drive. Kita dapat menganalisis hard drive dengan  beberapa program. TechLife rekomendasikan program WinDirStart untuk menganalisis hard disk. Atau bisa menggunakan program yang sering Anda gunakan. defragmentNantinya hard drive akan dipindai dan menampilkan beragam informasi. Salah satunya mengenai seberapa besar file dan folder menghabiskan ruang penyimpanan komputer.  Hapus file atau folder yang tidak penting atau digunakan. Hal ini akan melegakan ruang penyimpanan. Tapi dalam menghapus file atau folder, Anda harus hati-hati. Jangan sampai menghapus file sistem dan personal yang penting.

Setelah melakukan analisis disk, sebaginya dilanjutkan dengan melakukan defragment. Kita bisa menggunakan fitur defragment yang ada di Windows 10. Caranya dengan mengetik “defragment” pada kolom pencarian dekat tombol Start.

Duplicate File
Terkadang kita tanpa sengaja menduplikat file dan membiarkannya tanpa menghapusnya. Padahal tindakan ini malah akan memenuhi ruang penyimpanan komputer.  Untungnya ada beberapa program yang dapat membantu kita mencari file yang terduplikasi dan menghapusnya seketika. Kita dapat menggunakan aplikasi Duplicate File Finder. Aplikasi ini akan memindai hard drive untuk mencari file duplikasi dan menghapusnya. Khusus untuk foto, Anda bisa menggunakan aplikasi VisiPics.duplicate file finderMenonaktifkan Hibernasi & System Restore
Langkah satu ini dijamin bakal memperluas ruang penyimpanan. Namun cara ini akan menonaktifkan fitur penting Windows. Jadi sebenernya Techlife kurang merekomendasikan. Tapi bila kondisi mengharuskan Anda memperluas ruang penyimpanan, baru pergunakan opsi ini :

– Menonaktifkan Hibernasi
Ketika komputer masuk ke hibernasi. Maka proses tersebut akan menyimpanan semua data yang ada di RAM ke hard drive. Mulai dari data program, file sampai seluruh setingan. Ketika komputer dinyalakan kembali, data yang ditransfer tadi akan dikembalikan ke RAM. Keuntungan hibernasi adalan mempercepat waktu booting.
Windows menyimpan semua data RAM di C:\hiberfil.sys file. Ketika menonaktifkan fungsi hibernasi, maka file tersebut akan terhapus. Ada empat cara untuk menonaktfikan fungsi hibernasi ini. Namun TechLife akan memaparkan cara yang lebih singkat dan mudah. hibernasiPertama, pada kolom pencarian di sebelah tombol Start, ketik Po Bu. Seketika akan muncul jendela System Settings. Lalu klik link Change Settings That Are Currenctly Unavailable. Skrol kebawah hingga menemukan bagian Shutdown Settings. Hilangkan centang pada kotak Hibernate, tekan Save.

– Menonaktifkan System Restore
Kita dapat menonaktifkan system restore untuk memperluas kapasitas penyimpanan. Tapi hal ini akan menghapus semua titik restore dan semua data yang di backup. Jika nantinya ada masalah pada komputer, maka kita tidak dapat menggunakan System Restore untuk mengembalikan menjadi normal.System RestoreCara untuk menonaktifkan System Restore cukup mudah, cukup Control Panel > System and Security > System. Dari sini pilih opsi Advanced System Setting pada panel sebelah kiri. Akan muncul jendela System Properties. Klik pada tab System Protection. Pada bagian System Protection, klik tombol Configure.  Akan muncul jendela baru, disini kita tinggal memilih opsi Disable System Protection, lalu tekan tombol OK.




Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com