motoonline.com.au – Sony-Action-Cam-1

Ceruk Bisnis Kamera Aksi

Perlahan tapi pasti, tren kamera aksi meluas. Ekosistemnya terbentuk, industrinya mulai gemuk. Vendor seperti Contour, Sony, JVC, Panasonic, Pentax, GoPro, hingga Drift bermunculan dengan berbagai model kamera aksi untuk memenuhi kebutuhan pasar yang diyakini sangat menjanjikan meraup ceruk bisnis kamera aksi di Indonesia.

Selain beberapa pemain besar, vendor asal Indonensia tak ingin tinggal diam, Brica, di akhir 2014 lalu vendor tersebut melansir jenis Action Cam B-PRO5 Alpha Edition dengan harga yang amat sangat mencengangkan, 1,5 jutaan.

Kemudian baru-baru ini juga sekitar akhir kuartal pertama 2015, vendor asal Tiongkok melansir produk kamera aksi terbarunya Xiaomi Yi. Semua memiliki bentuk yang mirip seperti yang dikenal sebagai pelopor yakni Go PRO, lebih tepat dan populernya adalah Go-Pro 3+. Jenis ini banyak ditiru oleh pabrikan lain.

Jadi sangat beralasan kenapa bisnis kamera aksi akan semakin menjanjikan karena sekarang konten video semakin populer berkat koneksi yang semakin baik. Banyak orang membagikan kegiatan menantangnya ke publik di jejaring sosial maupun di online video sharing seperti Youtube, Vimeo dan lainnya.

Pengamatan Techlife.co.id selama dua tahun belakangan ini terlihat bahwa pertumbuhan pemilik dan penjual kamera aksi baik vendor besar seperti Panasonic, Sony dll, ataupun para toko yang dengan sendirinya menggelontorkan produk serupa dengan kamera aksi sepertinya mengalami kenaikan yang cukup signifikan sekitar 45%. [baca juga : Kamera-kamera Aksi Pilihan]

Uniknya lagi, perlahan tapi pasti, peminatpun berdatangan melalui jalur yang tak terduga yakni online shop, bahkan menurut anggota komunitas SJCAM Indonesia, calon pembeli lebih dulu mencari tahu produk baru membeli, dan kebanyakan semua memang berniat mau membeli. “Kita disini sering memberikan wawasan tentang action cam kepada calon pembeli dan kebanyakan mereka membelinya dan bergabung di komunitas kita untuk sharing pengalaman dan edukasi action cam yang dimiliki,” papar Bonie selaku salah satu founder SJCAM Indonesia.

Ceruk Bisnis Kamera Aksi

Sisi Lain Kamera Aksi

Seperti yang kita pahami dibalik produk yang compact, simpel, dan bisa digunakan dan ditempelkan dimana saja, tentu tidak lepas dari kekurangan. Dengan lain kata, tidak akan semuanya bisa dipenuhi seperti layar untuk live view guna memberikan kemudahan melihat apa yang ditangkap oleh lensa.

Tapi bagi kini tak perlu khawatir karena sudah mulai dikembangkan perakat kamera aksi yang bisa terkoneksi dengan smartphone kita yang siap menjadi live view. Jadi tak ada alasan lagi untuk menyalahkan perangkat jika sudut pandang yang dihasilkan tidak sesuai.

Intinya, aksesoris buat kamera aksi semakin banyak dan bisa mendukung berbagi aktivitas petualangan. Tinggal bagaimana kita mencari pasangan aksesoris tambahan kamera aksi tersebut sesuai kebutuhan.

Meski begitu, Action Cam merupakan terobosan alternatif yang bisa digunakan untuk melihat dan mengabadikan perjalanan atau momen lewat sudut pandang berbeda dan tidak biasa di Indonesia.

Ceruk Bisnis Kamera Aksi

Persaingan Harga Action Cam

Sudah menjadi anggapan umum bahwa masyarakat Indonesia sebagian sangat perhatian terhadap harga. Oleh karena itu, tdak heran bila produk-produk kamera aksi yang ditawarkan juga variatif harganya sehingga akan memberikan pilihan konsumen sesuai dengan budget di kantong.

Untuk kamera aksi dibanderol dengan harga cukup terjangkau. Misalnya GoPro Hero3 Black Edition yang sudah memenuhi standar profesional dipatok sekitar 4-Jt-an. Adapun produk lain berada di kisaran yang lebih murah lagi. Bahkan ada yang mematok 1 jutaan seperti yang dilakukan oleh BRICA.

Apapun pilihan Anda, yang terpenting adalah bagaimana memanfaatkan produk-produk kamera aksi untuk bisa menghasilkan yang terbaik. Tentu kreativitas masing-masing pengguna adalah jawaban untuk mewujudkan rekaman video yang menarik.




Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com