4g kesiapan

Special Report 4G (2)

Kesiapan 4G LTE di Indonesia

Layanan 4G LTE diyakni banyak pihak akan memberikan pengalaman mobile digital lifestyle yang sesungguhnya. Hal itu dimungkinkan karena kecepatan download, upload atau sharing berbagai jenis konten dalam file besar seperti foto, video, games, aplikasi dan lainnya akan lebih baik.

Sebab dengan semakin meningkatnya akses data berkecepatan tinggi, semakin efisien dalam bertukar informasi sehingga akan berdampak positif bagi aktivitas setiap orang. Bisa menambah produktivitas kaum profesional untuk berbagai kebutuhan bisnis, tak terkecuali ketika harus melakukan streaming video guna presentasi dengan klien yang berada di luar daerah.

Nah, untuk mewujudkan akses internet cepat dan stabil yang bisa dirasakan masyarakat luas tentu dibutuhkan dukungan dari berbagai pihak, baik pemerintah selaku pengatur sekaligus pengawas kebijakan, operator untuk penyedia telekomunikasi, vendor yang menghadirkan perangkat terjangkau dan berkualitas serta pihak terkait lainnya, tak terkecuali pengembang dalam menyediakan aplikasi-aplikasi bermanfaat. 4gPenataan Frekuensi
Dalam rangka memberikan layanan telekomunikasi yang maksimal, maka pemerintah melalui Menteri Komunikasi dan Informatika melakukan penataan frekuensi 1800 MHz. Operator Telkomsel, Indosat, XL Axiata dan Hutchison Tri sepakat melakukan penataan dimulai Mei sampai November 2015 sebagaimana disampaikan Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara April lalu. Dia juga mengatakan langkah yang digunakan adalah step-wise dengan 42 cluster.

Pemilihan cluster dan step-wise agar bertujuan untuk mengurangi dampak gangguan yang terjadi saat operator melakukan penataan. Begitu pula pelaksanaannya dilakukan tengah malam dengan alasan pengguna aktif lebih sedikit dibanding di siang hari. Itu membuktikan bahwa semua operator tetap memperhatikan kenyamanan pelanggan dengan cara meminimalisir gangguan yang terjadi saat penataan berlangsung.

Selain itu, migrasi ini akan dilakukan secara bergantian dengan masing-masing operator dalam tiga hari satu pekan. Misalnya hari pertama, dua operator melakukan migrasi, hari ketiga dua operator lain dan hari kelimat operator yang lain. Begitu seterusnya sampai rampung. Harapan kita dalam proses migrasi tidak ada kendala berarti sehingga sesaui dengan harapan.

Perlu diketahui bahwa saat ini, yang dilakukan komersialisasi untuk jaringan 4G LTE masih menggunakan frekuensi 900 MHz. Untuk frekuensi ini tiga operator GSM yang memiliki lisensi, yakni Telkomsel, XL Axiata dan Indosat. Sedangkan Tri izinnya di 1800 MHz dan 2100 MHz sehingga saat ini Tri belum bisa menggelar teknologi 4G LTE, dan sedang menunggu penataan di 1800 MHz. Sebagai informasi, pita frekuensi 900 MHz digunakan untuk layanan GSM 2G. Masing-masing operator mempunyai lebar pita berbeda, yaitu Indosat 10 MHz, Telkomsel dan XL Axiata mempunyai 7,5 MHz. Jadi toal lebar pitanya 25 MHz.4g operatorSedangkan pita frekuensi 1800 MHz dipakai untuk GSM 2G dengan 5 operator yang memiliki lebar pita keseluruhan 75 MHz. Sama halnya dengan frekuensi 900 MHz, masing-masing operator memiliki lebar pita berbeda. Telkomsel 22,5 MHz dengan tiga blok frekuensi yang terpisah, Indosat 20 MHz dengan dua blok frekuensi yang terpisah, XL Axiata 7,5 MHz dan Huncthingson 3 mempunyai 10 MHz. Sedangkan Axis sebesar 15 MHz. Jadi untuk frekuensi 1800 MHz lebih lebar dibanding 900 MHz.

Bahkan para operator yang mempunyai izin frekuensi 900 MHz dan 1800 MHz sudah mulai melakukan ujicoba dengan cara mengombinasikan keduanya guna menghasilkan kecepatan data yang maksimal. Dengan cara agregasi tersebut dapat memperoleh angka download mencapai 250 Mbps hingga 300 Mbps. Dan alasan ini pula XL Axiata di Jakarta hingga tulisan ini dibuat belum diluncurkan karena menunggu rampungnya frekuensi 1800 MHz.

Kesiapan Operator
Perlu kita tegaskan bahwa operator dan konsumen saat ini sedang menunggu. Operator menantikan selesainya penataan frekuensi, sedangkan konsumen menunggu area coverage 4G LTE yang luas agar bisa segera menikmati kecepatan akses data.

Soal kesiapan tentu para operator mau tidak mau harus siap. Menurut Hendri Mulya Sjam, Senior VP LTE Project untuk saat ini, di Jakarta, Bali, Bandung, Surabaya dan Medan, Telkomsel memiliki lebih dari 1000 eNode B atau BTS 4G. Baik di Jakarta, Bali, Bandung, dan Surabaya jaringan 4G LTE ini mampu mencakup mayoritas area, termasuk mal, perkantoran, gedung pemerintahan, daerah residensial, dan daerah wisata. Hal ini memungkinkan pelanggan untuk benar-benar dapat menikmati layanan tersebut di banyak tempat.

Adapun XL Axiata hingga saat ini telah menyediakan layanan 4G di beberapa kota baik secara komersial ataupun trial, diantaranya di Jakarta, Bogor, Medan, Bandung, Yogyakarta, Bali, Surabaya. Ketersediaan di wilayah/kota-kota lainnya tentunya akan terus kami lakukan secara bertahap, namun detail areanya belum dapat dipastikan. Hingga saat ini, XL sudah menyediakan BTS 4G sebanyak lebih dari 200 BTS 4G.

Begitu pula dengan Indosat, meski pada 22 Desember tahun lalu juga ikut meramaikan teknologi 4G LTE dengan area yang sangat terbatas, namun secara kesiapan sudah menyediakan lebih dari 1500 BTS 4G yang akan diaktifkan ketika frekuensi 1800 MHz siap dioperasikan, tentunya secara bertahap.

Adapun Tri tidak memberikan data berapa jumlah BTS 4G yang disediakan atau dipersiapkan. Karena hingga saat ini lebih berkonsentrasi pada penataan yang sedang dilakukan untuk di 33 cluster. Namun pihak Tri menegaskan kalau secara infrastruktur sudah LTE Ready.

Jadi secara garis besar, operator sudah siap untuk mengimplementasikan layanan teknologi 4G LTE kepada masyarakat, khususnya di jaringan 1800 MHz yang saat ini sedang dalam penetralan frekuensi.
Singkatnya, kalau kita melihat penataan selesai November sesuai waktu yang dijadwalkan, maka akses internet yang lebih merata baru akan dirasakan tahun 2016.

Ketersediaan Perangkat
Selama ini perangkat telekomunikasi untuk teknologi 4G LTE terbilang istimewa dan masuk di kategori premium sehingga tidak semua masyarakat dapat menikmati. Tapi seiring perkembangan dan kebutuhan, tentunya para produsen melihat peluang tidak saja di kelas atas, namun pula di kelas menengah ke bawah harus bisa menikmati layanan akses berkecepatan tinggi tersebut.

Buktinya, belakangan ini terus berdatangan produk-produk global dengan tawaran harga yang lebih terjangkau semisal Oppo, Xiaomi, Lenovo dan lainnya. Bahkan pemain lokal Polytron juga sudah melempar produknya ke pasar dengan teknologi 4G LTE sebagai pilihan bagi masyarakat yang dengan budget terbatas.

Jadi jika masyarakat sudah diberikan pilihan yang lebih terjangkau, tentu ini akan berdampak pada penetrasi pengguna 4G LTE yang akan semakin cepat – dengan catatan apabila secara inftrastruktur dari operator sudah siap memenuhi area-area di berbagai kota di Indonesia. Karena pelaksanaan teknologi 4G LTE harus berbarengan antara infrastrutkur, layanan operator dan perangkat yang mendukung.




Twitter Auto Publish Powered By : XYZScripts.com